Pemuda yang Kesepian: Antara Idealisme dan Realistis
Oleh Syuhud Syayadi Amir (kader SDC) Masih saatnya menulis cerita tentang pemuda yang kebingungan, pemuda yang dipertemukan dengan berbagai kisah lelucon anak bangsa. Menjadi sepi, harapan menjadi pincang karena sebuah keadaan. Maka biarlah kalimat ini menjadi saksi tentang sebuah penyesalan yang selalu bercampur dengan harapan masa depan. Pemuda yang selalu mencari arah ke mana ia akan melangkahkan kakinya menuju keadilan, ke mana ia akan melangkahkan kakinya menuju kesejahteraan. Tiada waktu selain berpikir dan meratapi keadaan. Mungkin bisa salah karena membiarkan semua semakin berlalu-lalang menuju kehancuran, terlalu banyak berpikir, sehingga kehilangan banyak kesempatan. Tetapi, inilah kenyataan yang sungguh mengilukan. Kenyataan pahit yang harus ditelan dan dirasakan. Hanya berharap semoga masih tetap berdiri tegak memegang sebuah prinsip dan keyakinan, bahwa idealisme harus tetap diperjuangkan. Banyak yang ingin diceritakan. Namun, mungkin hanya bisa diurai secara samar-s...