PROSES KURA-KURA DAN PURA-PURA PROSES
Oleh Syuhud Syayadi Amir
"Namanya juga belajar". Sebelum saya menulis, melaksanakan sesuatu, bahkan saat mengalami permasalahan hidup, saya selalu mengatakan pembelajaran. Karena dari hal itulah saya bisa lebih yakin kepada apa yang saya lakukan.
Saya lebih percaya diri dan saya bisa lebih berani melakukan apa yang saya lakukan.
Ide ini muncul pada saat saya kebingungan mencari ide tentang apa yang mau saya tulis. Akhirnya, saya menemukan ide tentang sebuah proses. Ada apa dengan proses?
Sependek pemikiran saya, proses merupakan upaya atau usaha yang dilakukan manusia secara terus-menerus, tahapan demi tahapan untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Saya kaitkan proses ini dalam sebuah kelompok atau organisasi yang pastinya prosesnya lebih besar daripada proses yang dilakukan secara individu. Proses individu manusia hanya untuk dirinya sendiri, namun proses manusia dalam sebuah organisasi akan terikat dengan tujuan organisasinya (kepentingan secara umum).
Kenapa judulnya memakai istilah proses kura-kura dan pura-pura proses? Judul tersebut hanya sebuah gambaran dari proses kader organisasi, yang dari keduanya saya mencoba merefleksikan dan menuangkannya dalam tulisan ini.
Proses kura-kura saya artikan sebagai kader organisasi yang berprosesnya santai, sabar, tidak terlalu ambisi, namun tetap bertahan dalam prosesnya sehingga dapat mengantarkannya kepada sebuah keberhasilan (dalam tanda kutip keberhasilan yang sesungguhnya). Sedangkan pura-pura proses biasanya bisa dilihat dari sikapnya dalam sebuah organisasi yang cenderung stagnan dalam sebuah kedunguan. Proses pertama bisa mengantarkannya kepada sebuah keberhasilan yang benar, sedangkan yang kedua biasanya mengantarkan kepada yang sebaliknya (salah).
Kesuksesan dalam sebuah organisasi tidak hanya dilihat dari bagaimana ia aktif, ikut rapat, dan lain-lain, tetapi bisa dilihat dari bagaimana ia mampu memahami dirinya sendiri, lingkungan dan kemajuan, bahkan melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai wujud dari pengabdiannya.
Lalu, bagaimana dengan yang pura-pura proses?
Bisa dilihat dari bagaimana kemampuannya dalam segala hal. Jika tetap saja tidak berubah menjadi lebih baik, lebih cerdas dan lebih ahli dalam segi apa pun (kebaikan) maka itulah akibat dari pura-pura proses. Namun, yang bisa melihat ini hanya orang-orang yang selalu melakukan perbaikan atas dirinya sendiri dalam berorganisasi.
Dari hal tersebut, bisa kita lihat bagaimana perbedaan antara keduanya dan yang jelas kader organisasi pasti memilih proses yang sesungguhnya. Bukan pura-pura proses.
Solusinya hanya satu, yaitu kesadaran individu yang selalu dipompa untuk mengulang yang baik, mengoreksi yang salah dalam dirinya serta melakukan yang terbaik demi perkembangan dirinya dan organisasi yang ia tempati. Selama kesadaran tersebut tidak ada, maka kemungkinan besar organisasi-organisasi yang ada hanya akan tinggal sebuah nama, karena didalamnya hanya berisi manusia yang berpura-pura proses.
Kami dapat dihubungi melalui akun sosmed di bawah:
📧Email : sampangsdc@gmail.com
🐦Twitter :
📷Facebook : sampangdevelopmentcenter
📸Instagram : @sampangdevelopmentcenter
📺Youtube : Sampang SDC
#beritaacara
#kegiatansdc
#karyakader
#kadersdcmenulis
#Dalam_Hidup
Mantapppp
BalasHapusSegar dan menarik
BalasHapus